Pekanbaru, Riau - Indonesia

foto baru

Saya, Anis Murzil — seorang praktisi kebijakan publik yang perjalanan hidupnya tidak dimulai dari kemudahan, melainkan dari ketangguhan. Lahir di Pekanbaru, tumbuh di Bangkinang, dan dibentuk oleh pergumulan nyata antara keterbatasan dan ambisi, saya percaya bahwa pemahaman terdalam tentang negara lahir dari pengalaman hidup di dalamnya — bukan sekadar dari ruang kuliah atau bilik kebijakan.

Saya menempuh pendidikan dasar di Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar, dan melanjutkan SMP di SMP Muhammadiyah Bangkinang sebelum pindah ke SMP Muhammadiyah Pekanbaru. Pada tahun 1996, ayah saya wafat — sebuah peristiwa yang tidak hanya mengubah struktur keluarga kami, tetapi juga mendefinisikan ulang cara saya memandang tanggung jawab dan makna dari sebuah pilihan. Setahun kemudian, kami pindah ke Pangkalan Kerinci, dan saya menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci, lulus tahun 2000.

Dengan segala keterbatasan ekonomi, saya masuk ke Program Studi Teknik Kimia, Universitas Riau melalui jalur PBUD. Semasa kuliah saya aktif di berbagai organisasi mahasiswa hingga dipercaya sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Riau periode 2003–2005. Dari sinilah saya mulai belajar bahwa kebijakan publik bukan soal dokumen — melainkan soal manusia, konsensus, dan keberanian mengambil posisi.

Pasca kampus, saya terlibat aktif dalam kehidupan sosial dan politik kota. Saya pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Kota Pekanbaru, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kota Pekanbaru, dan saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Kota Pekanbaru. Saya juga pernah menjabat sebagai Ketua KONI Kota Pekanbaru dan Ketua BKPRMI Kota Pekanbaru.

Lebih dari satu dekade saya berinteraksi langsung dengan Pemerintah Kota Pekanbaru — termasuk mendampingi kepala daerah dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan momen-momen krusial pengambilan keputusan. Pengalaman itu mengajarkan satu hal yang tidak diajarkan di kelas mana pun: bahwa kebijakan yang baik bukan hanya yang benar secara teknis, melainkan yang mampu bertahan dalam tekanan realitas.

Saya sempat melanjutkan studi magister di Ilmu Lingkungan dan Teknik Kimia di Universitas Riau, namun keduanya tidak saya selesaikan karena tuntutan keterlibatan langsung di lapangan. Kini, dengan perspektif yang lebih matang, saya menegaskan kembali arah akademik saya dengan menempuh Magister Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Saya juga merupakan pemegang Sertifikasi Ahli Pratama Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan tergabung dalam Persatuan Ahli KPBU Indonesia.

Saya percaya bahwa kompleksitas tantangan tata kelola publik hari ini tidak bisa dijawab secara sektoral. Dibutuhkan pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berakar pada pemahaman sistemik tentang bagaimana negara bekerja — dan di mana ia kerap gagal.

Melalui platform ini, saya menuliskan pemikiran dan analisis tentang kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, dan skema pembiayaan pembangunan — sebagai bagian dari upaya membangun diskursus yang lebih substansial.

Loading