GBK jadi Venue Timnas Indonesia vs Argentina, Ini yang Harus Dibenahi Stadion Utama Riau untuk Event Internasional 

Tak lama lagi ratusan juta pasang bola mata rakyat Indonesia akan menyaksikan laga bergengsi timnas Indonesia melawan Timnas Argentina. Tak heran jika Lpsos mencatat hasil surveynya bahwa Indonesia menjadi negara penggemar sepakbola peringkat pertama di dunia, yakni sebanyak 69%.

Perjumpaan dua negara yang sangat jauh beda kelasnya ini merupakan agenda resmi FIFA Matchday. Argentina melakukan tur de Asia, selain Indonesia, Argentina akan bertandang melawan Australia.

Laga ini akan diadakan di stadion Gelora Bung Karno, jakarta. Stadion nomor dua terbesar di Timnas Indonesia ini akan menjadi saksi sejarah bahwa Indonesia pernah menjajal sang juara dunia.

Bercerita tentang Stadion, Provinsi Riau memiliki stadion Utama dengan kapasitas 44.000 penonton. Stadion ini menjadi stadion peringkat ke-lima terbesar di Indonesia, setelah Stadion Internasional Jakarta (JIS), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Utama Palaran Kaltim, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh.

Sangat disayangkan stadion utama Riau saat ini jauh dari kondisi layak pakai untuk pertandingan kelas Internasional. Sementara untuk dipilih menjadi stadion tuan rumah pertandingan Internasional harus lolos verifikasi oleh Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Menurut pemberitaan yang dimuat oleh tempo.co, FIFA merilis sebuah panduan yang diberi nama FIFA Football Stadiums Guidelines. Dalam panduan tersebut terdapat berbagai kriteria dan komponen yang harus dipenuhi supaya stadion dikatakan sesuai standar FIFA, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pintu masuk dan keluar stadion harus bisa dibuka dan ditutup dengan mudah untuk memudahkan akses masuk penonton.
  2. Pintu masuk dan keluar stadion wajib dirancang dengan memperhatikan aspek kemudahan setiap penonton untuk bergerak.
  3. Pintu stadion wajib didesain dengan desain yang tahan tekanan banyak orang.
  4. Pintu wajib memilikki kunci tahan api.
  5. Area di sekitar stadion wajib diberikan batas, seperti pagar dan tembok dengan tinggi minimal 2,5 meter.
  6. Setiap stadion wajib menyediakan pintu keluar darurat.
  7. Setiap stadion internasional dan berstandar FIFA harus memilikki akses yang mudah dan dilengkapi dengan jaringan transportasi.
  8. Wajib menyediakan petunjuk arah yang jelas untuk memudahkan penonton.
  9. Ruang ganti pemain atau locker room wajib dilengkapi dengan shower area dan toilet.
  10. 1Wajib memilikki lighting dengan standar minimal 2.400 lux.
  11. Wajib memilikki fasilitas media center.

Disamping hal yang berkaitan dengan spesifikasi diatas, ukuran lapangan dan jenis rumput pun sudah diatur oleh FIFA. Bahkan FIFA merekomendasikan alat mesin penjahit rumput (pitch stitching) untuk memenuhi standar kualitas rumput yang digunakan.

Lantas bagaimanakah kondisi Stadion Utama Riau saat ini?. Stadion ini sudah lama tertinggal, terabaikan, bahkan banyak utilitas yang tidak lagi dapat difungsikan.

Perlu diketahui bahwa stadion Utama Riau pernah menjadi tuan rumah Pra Piala Asia U-22 Tahun 2012. Pada saat itu Riau ditunjuk sebagai tuan rumah babak penyisihan Grup E yakni, Indonesia, Australia, Jepang, Maccau, Timor Leste, dan Singapura.

Semoga Stadion Utama Riau yang pernah menjadi saksi sejarah pembukaan dan penutupan PON XVIII Riau Tahun 2012 itu segera berbenah menjadi stadion yang layak pakai untuk event Nasional dan Internasional.

0Shares


Leave a Reply

× Klik untuk Chat WhatsApp