Kabut di Ruang Rindu

 

Ku puisikan rindu ini
Ku rangkai kata menghapus duka
Ku tulis bait penyejuk hati
Ku kirim Do’a di ufuk senja

Aku yang ingin menjadi dirimu
Berjuang meniru tegarmu
Melukis mimpi anak anakmu
Membentang harapan seluas tatapanmu
Hingga masa akhir hayatmu

Rindu ini terus menggebu
Berbisik cerita tentang semangatmu
Tentang kaki yang melangkahi rintangan
Tentang tangan yang mengayun beban
Tentang mata yang menatap masa depan
Tentang mulut yang tak bersuara keluhan
Tentang hati yang menjaga keharmonisan

Ayah .. aku rindu
Rindu berjalan di sampingmu
Rindu menggenggam jemarimu
Rindu bersandar di bahumu
Rindu senyuman sumringahmu
Rindu memijat tubuh mu
Rindu mencabut helaian rambut putihmu
Rindu..
Rindu….
Aku rinduuuu….

Ayah…
Aku bersimpuh di ruang rindu
Sajadah membentang tasbih melingkar
Tengadah tangan memohon padaNya
Aku ingin engkau hadir di sisiku
Mengusap kepalaku
Menghapus air mataku
Mendekap tubuhku
Membisiki nasihatmu
Agar tegar hidupku
Agar kuat batinku

Ayah…
Aku tak bisa melihatmu
Kabut menyelimuti ruang rinduku
Tapi..
Ku lukis wajahmu di nadiku
Untaian Do’a ku untuk mu….

(Pekanbaru, 5 Juni 2023)

0Shares


Leave a Reply

× Klik untuk Chat WhatsApp