Kosisten di Dunia Olahraga, Siap Maju di Dapil Senapelan dan Payung Sekaki

Saya bukanlah atlet, bukan pula pelatih. Apalagi sarjana keolahragaan. Nggak nyambung juga dengan latar belakang pendidikan yang saya selesaikan di Teknik Kimia Universitas Riau.

Ceritanya begini, pada awalnya saya hanya dibawa – bawa ikut membantu tim PSPS U-21 untuk ikut berlaga pada kompetisi ISL (Indonesia Sper League) U-21 pada Tahun 2013 di Palembang.

Itu saja momentum awalnya. Kemudian saya kepincut dengan manajemen di keolahragaan. Ikutlah dilibatkan di kepengurusan PSSI Kota Pekanbaru. Sebagai pendatang baru, ya harus dari bawah dulu. Mulai dari anggota bidang, kemudian naik menjadi ketua bidang, terus naik lagi menjadi Wakil Ketua dan sekaligus Komite Ekskutif. Terakhir di PSSI Kota Pekanbaru saya diamanahkan menjadi Plt Ketua karena ketua sebelumnya berhalangan tetap.

Masuklah saya ke struktur KONI Kota Pekanbaru yang ketuanya saat Bapak Yuzamri Yakub (alm).  Jabatan pertama di KONI Kota Pekanbaru adalah anggota bidang saja. Masih menjadi follower. Ikut rapat seadanya. Memberi saran seperlunya. Dan bekerja pun secukupnya. Tapi didalam hati ingin terus belajar meningkatkan potensi diri di manajemen keolahragaan.

Hanya dalam selang waktu 8 bulan, saya kemudian diminta naik jabatan menjadi wakil sekretaris KONI Kota Pekanbaru. Di posisi inilah saya merasakan transisi pengetahuan di dunia keolahragaan. Saya ditugaskan untuk merancang program, menyusun anggaran hingga melakukan komunikasi dengan pengurus cabang olahraga (cabor) anggota KONI Kota Pekanbaru dalam hal rencana dan realisasi anggaran pembinaan.

Singkat cerita. Modal pengetahuan inilah yang menjadikan saya bersedia ketika diminta untuk maju pada pemilihan ketua KONI Kota Pekanbaru pada Msuyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) Tahun 2018. Selama menjadi  ketua KONI Kota Pekanbaru saya kemudian berusaha meningkatkan kapasistas diri dalam ilmu keolahragaan. Baik itu teori akademik keolahragaan, maupun praktek olahraga prestasi itu sendiri.

Banyak seminar dan diskusi yang saya rancang pada program KONI Kota Pekanbaru. Karena saya sadar bahwa pengayaan materi keolahragaan akan menambah kapasitas pelaku olahraga dalam melakukan pembinaan.

Untuk prkatek sekalipun, hampir semua jenis olahraga saya ikuti. Saya sempatkan untuk luangkan waktu berlatih bersama atlet binaan cabor di Kota Pekanbaru. Untuk apa?. Ya.. agar saya juga merasakan bagaimana sakitnya atlet dan susahnya pelatih untuk mengejar satu prestasi. Ketika saya sudah merasakan itu, maka kebijakan-kebijakan saya di KONI Kota Pekanbaru akan berpihak kepada kepentingan Atlet dan Pelatih.

Selesai tugas di KONI Kota Pekanbaru, saya juga tak bisa lari dari dunia olahraga. Saya diminta kesediaan menjadi ketua Cabor Panjat Tebing dan juga saya hadir sebagai ketua  di Olahraga Street Soccer, dan juga. Pelan – pelan saya ingin masuk ranah olahraga Masyarakat. Olahraga yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kebugarannya.

Nah, apa hubungannya dengan maju bertarung di pemilu 2024?.

Sudah barang tentu saya menjadikan olahraga sebagai misi utama saya di DPRD Kota Pekanbaru kelak. Bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga olahraga masyarakat yang harus dikembangkan hingga ke level RW dan RT di Kota Pekanbaru.

Apa yang diperjuangkan?. Banyak. Misal di olahraga prestasi, bagaimana memperjuangkan fasilitas olahraga yang memadai, proyeksi anggaran pembinaan yang layak dan penghargaan prestasi yang setimpal.

Di olahraga masyarakat misalnya, bagaimana olahraga masyarakat menjadi olahraga yang benar-benar tumbuh dan berkembang  dikalangan masyarakat Kota Pekanbaru. Bagaimana caranya?. Tentu saja olahraga masyarakat ini harus dikenalkan kepada khalayak melalui berbagai event festival olahraga masyarakat di Pekanbaru.

Itu saja dulu yah… Nanti kita sambung lagi. 🙂

Salam Olahraga…!!!

0Shares


Leave a Reply

× Klik untuk Chat WhatsApp