Saya dan Golkar (1)

“Apa ada peluang saya maju caleg DPRD kota dari Golkar Bang?”

Begitu kira – kira pertanyaan saya kepada ketua DPD Golkar Pekanbaru pada 6 Agustus 2022. Pesan itu masih tersimpan di aplikasi WhatsApp saya.

Bang UC, begitu banyak orang dekatnya menyapa. Mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru selama 3 periode ini pernah menjabat pimpinan DPRD selama 2 periode.

Tokoh politik yang memiliki perjalanan panjang dan unik. Bahkan rekan seusianya mungkin tak pernah menyangka jika beliau akhirnya menjadi Ketua DPRD Kota Pekanbaru.

Perjalanan karier Bang Sahril, SH., MH ini, begitu nama lengkapnya, menarik untuk dibedah. Banyak kisah baik yang dapat dijadikan motivasi. Salah satunya, kemauan kerasnya untuk menuntut ilmu Hukum, hingga ia menyelesaikan S1 dan S2 hukum dimasa pengabdiannya menjadi anggota legislatif.

Ya.. nanti ada masanya saya bedah sosok yang satu ini. Tunggu saja.

Tak selang berapa menit, pesan singkat saya itu berbalas.

“Coba kontak Roni, dia yang seleksi Bacaleg”. Bang UC meminta saya menghubungi sekretaris DPD Golkar Pekanbaru, Bang Roni Amriel.

Kira – kira apa yang terlintas dipikiran anda jika dihadapkan dengan situasi ini?.

Kalau bagi saya, jawaban Bang UC memberikan makna bahwa saya harus berfikir lebih dalam. Sedikit banyaknya saya mengerti strategi beliau. Karna hampir lima tahun kami berinteraksi.

Beliau bisa jadi sedang menguji, Apakah saya benar – benar serius masuk untuk membangun partai Golkar atau hanya sekedar mencari tempat singgah saja?

Iya, saya berkontemplasi hingga 15 hari lamanya. Membaca kondisi, bertanya pada kolega, dan tentunya menimbang-nimbang pendapat keluarga.

Waktu itu tanggal 21 Agustus, bismillah.. saya berkirim pesan kepada Bang Roni Amriel agar saya diberikan kesempatan untuk maju caleg dapil Marpoyan Damai.

Tak disangka, jawaban bang Roni membuat saya makin semangat. “Kalau Anis yang maju, kurang laweh tapak tangan, Jo nyiru kami tampuangkan”

Pepatah Minang, yang bermakna sangat berharap atas apa yang disampaikan.

Singkat waktu, saya bersiap mengurus kelengkapan. Saya dihubungi oleh sekretariat partai Golkar kota Pekanbaru untuk mengisi formulir dan melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan.

Bagi saya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Bukan menjadi besar kepala, tapi justru mencari cara agar saya bisa benar – benar menjadi seperti yang diharapkan Partai Golkar.

Saya berupaya untuk mencari tantangan yang lebih besar di Partai Golkar. Tidak hanya menjadi caleg, tapi juga ingin menjadi bagian dalam menggerakkan mesin partai secara keseluruhan.

Saya kembali menyampaikan pesan kepada bang Roni, agar saya dilibatkan jika ada program pemenangan partai Golkar. Mencari tantangan di Dunia organisasi ini adalah hobby saya.

Banyak hal yang menyebabkan saya semenjak kuliah akhirnya suka berorganisasi. Padahal dulu di waktu SMA sangat takut untuk bicara didepan umum, apalagi berorganisasi. Hingga saat ini saya candu bereksplorasi di dunia organisasi. Cerita tentang ini juga akan saya bedah di tulisan berikutnya ya..

Kembali ke Partai Golkar. Hanya selang waktu tiga bulan, saya diminta oleh partai untuk bersedia menjadi Ketua Badan Pengendali dan Pemenangan Pemilu (BAPPILU).

Sontak saya merasa terhormat. Didalam batin juga muncul kecemasan, walaupun itu sedikit, tapi mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan. Hitungan menit, saya menyatakan Siap untuk menerima tantangan itu.

Kemudian saya diperintahkan untuk menyusun struktur BAPPILU agar diterbitkan dalam suatu surat keputusan DPD Partai Golkar Kota Pekanbaru.

(Bersambung….)

 

 

0Shares


× Klik untuk Chat WhatsApp